Limbah kulit pisang disulap menjadi pundi-pundi yang
menguntungkan (uang)? Bagaimana caranya? Kulit pisang yang merupakan
limbah organik dari buah pisang dapat ditemukan di berbagai tempat
khususnya pasar buah, warung nasi, maupun tempat-tempat umum. Kulit
pisang ini biasanya tergeletak begitu saja di tempat-tempat sampah tanpa
ada yang peduli terkait dengan keberadaannya. Siapa sangka ternyata
kulit pisang yang banyak diabaikan dan diremehkan orang bisa menjadi
sebuah bahan yang bernilai,bahkan menguntungkan.
Ditangan 4 Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
yaitu Anam Prasetiyo, Dodik Dwi P, Elok Fikri Hanim dan Lia Ni’matul
Ulya limbah kulit pisang yang biasanya hanya dibuang kini disulap
menjadi produk olahan berupa makanan yang modern dan bisa dinikmati oleh
masyarakat berbagai kalangan. Produk tersebut berupa nugget yang
terbuat dari kulit pisang.
Kulit pisang yang digunakan adalah jenis sendiri sudah
terbukti mempunyai kandungan nutrisi yang cukup baik bagi manusia. Hasil
penelitian tim Universitas Kedokteran Taichung Chung Shan, Taiwan,
memperlihatkan bahwa ekstrak kulit pisang ternyata berpotensi mengurangi
gejala depresi dan menjaga kesehatan retina mata. Selain kaya vitamin
B6, kulit pisang juga ternyata banyak mengandung serotonin yg sangat
vital untuk menyeimbangkan mood. Selain itu, ditemukan pula manfaat ekstrak pisang untuk menjaga retina dari kerusakan cahaya akibat regenerasi retina.
Salah
satu tim Nugget yang biasa dipanggil sahabat kupis (kulit pisang)
menyampaikan munculnya ide karena terinspirasi dari es krim kulit pisang
yang sudah ada dan dikenal dikalangan masyarakat umum. Ide untuk
membuat nugget berbahan dasar kulit pisang dapat terealisasi dengan
diajukannya proposal yang diajukan tersebut berjudul Nugget Sahabat
Kupis (Sehat, Halal, dan Bermanfaat dari Kulit Pisang) Sebagai Panganan
Murah dan Ramah Lingkungan kini sudah mendapat banyak dukungan dari
fakultas bahkan universitas yang akhirnya mendapatkan pendanaan dari
Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI) pada tahun 2013.
Antusias pembeli sangat tinggi pada hari senin (29/4) saat diundang pada acara PRISMA EXPO dalam pameran PKM (Program Kratifitas Mahasiswa) yang bertemakan show your creatvity and prepare yourself to PIMNAS XXVI tingkat Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Stand tim tersebut terlihat paling ramai diantara stand-stand
yang lain. Ketika Hazarul, salah seorang pembeli ditanya mengapa lebih
memilih untuk membeli produk ini, dengan lugu Hazarul menjawab lantaran
ia merasa penasaran dengan produk nugget yang terbuat dari bahan baku
utama kulit pisang.
“Bisnis ini sangat prospektif , bahkan investor dari Lamongan
sudah ingin bekarja sama dengan tim kita”. Kata Anam, selaku ketua tim
Setelah diproduksi dan dijual, nugget kulit pisang ini
mendapat berbagai tanggapan positif dari konsumen karena berbeda dengan
nugget yang ada dipasaran yang terbuat dari daging ayam atau sapi.
Menurut konsumen nugget kulit pisang mempunyai cita rasa yang khas bila
mengkonsumsinya karena nugget ini bebas bahan pengawet. Kini dari nugget
kulit pisang keempat mahasiswa ini dapat meraih uang untuk mengisi
kocek mereka secara mandiri. Terbukti omset dalam satu minggu bekisar
500 ribu rupiah.
iu722 replica bags designer oa011
BalasHapus